This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rumah Pohon Bukan hanya tempat Selfie tapi Tempat Education

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

24 Jul 2013

Profil Medina Kamil

https://si0.twimg.com/profile_background_images/610038309/m1x7609wjsgclwvvt7ix.jpeg
Nama Lengkap : Medina Kamil
Nama Panggilan : Dina
Tempat/ Tanggal Lahir : Jakarta, 6 April
Bintang (zodiac) : Aries
Tinggi/ Berat : 168 cm/ 55 kg
Status : Single
Hobby : Jalan-jalan, Nonton Film & Baca Buku
Nama Orang Tua : H. Kamil Syueb (alm) & Hj. Annisyah
Pendidikan : Fakultas Hukum Universitas Pancasila
Olahraga Favorit : Renang
Makanan Favorit : Tempe dan yang pedas-pedas
Motto hidup : Tak ada yang tidak mungkin kalau kita berusaha
Facebook Fans Profil : http://www.facebook.com/DinaKamil
Twitter Fans Profil : medina kamil @medinakamil

Medina Kamil, dialah sosok perempuan tegar yang sempat terombang – ambing di tengah laut Arafuru selama 24 jam dan terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni selama 4 hari. “Di Pulau Tiga aku bersama tim yang selamat harus survive dengan makan apa saja yang bisa dimakan bahkan untuk minum saja harus mengandalkan air hujan,” ujar Medina membuka pembicaraan.

Diakui Dina begitu ia biasa disapa, perjalanan pertamanya ke Papua itulah merupakan pengalaman yang tidak akan pernah ia lupakan. Namun bagi si bungsu dari 4 bersaudara ini mengaku tidak kapok dengan pengalaman itu. “Keluargaku sempat khawatir juga setiap aku mau melakukan perjalanan lagi tapi itu sudah menjadi keputusan aku untuk tetap menjadi host Jejak Petualang,”  
 Koleksi Foto Medina Kamil


 


22 Jul 2013

Film 5 CM Full Movie

Persahabatan kelima pemuda ini sudah berlangsung selama 10 tahun. Meskipun begitu sifat dan karakter kelima pemuda tersebut berbeda-beda. Genta, seorang pemuda yang selalu peduli terhadap orang lain sehingga dia memiliki jiwa pemimpin dan bisa membuat orang lain nyaman bila berada di dekatnya. Sedangkan Arial, pemuda paling macho diantara pemuda lainnya, dia memiliki hobi berolah raga, paling taat aturan, namun paling canggung dan grogi bila berkenalan dengan wanita.

Zafran seorang pemuda puitis, tapi sedikit "gila", apa adanya, idealis, agak narsis, dan memiliki bakat untuk menjadi orang terkenal. Sedangkan Riani, merupakan gadis smart namun agak cerewet, dan mempunyai ambisi yang besar untuk meraih cita-citanya. Ian, memiliki tubuh yang paling subur dibandingkan keempat temannya, seorang maniak bola dan mie instant, dan paling telat wisuda.

Karena sudah menjalin persahabatan yang cukup lama, akhirnya pada suatu hari mereka berlima merasa "jenuh" dengan relationship ini, dan akhirnya mereka memutuskan berpisah untuk sementara dan berjanji tidak saling berhubungan dan berkomunikasi satu dengan yang lainnya selama 3 bulan.

Namun setelah 3 bulan berpisah, banyak kerinduan yang mereka rasakan. Dalam perpisahan singkat itu, mereka menemukan "sesuatu" yang merubah mereka untuk menjalani hidup lebih baik. Akhirnya mereka putuskan kembali untuk bertemu dan merayakan kembali pertemuan mereka dengan mendaki puncak tertinggi di Pulau Jawa yaitu Gunung Semeru.

Perjalanan mereka ke puncak Semeru untuk mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tersebut tepat pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan yang membuat kelima pemuda ini semakin mencintai Indonesia. Banyak aral melintang dalam perjalanan mereka menuju puncak


6 Jul 2013

Puncak Everest Tergapai Tanpa Tangan

Puncak Everest Tergapai Tanpa Tangan adalah sebuah keinginan, semangat yang berhasil ditunjukkan oleh Sudarshan Gautam, seorang pria yang terus berlatih selama bertahun - tahun dan juga gigih mengumpulkan dana guna mewujudkan ambisi pribadinya guna menggapai puncak tertinggi di dunia, puncak Gunung Everest.
www.belantaraindonesia.org

Gautam bukanlah orang biasa. Pria ini telah menjalani amputasi kedua tangannya. Gautam kehilangan tangan ketika remaja, saat layang - layangnya mengenai kabel listrik. Meski begitu, kehilangan kedua tangan tak menjadikan pria ini seorang yang patah semangat. Pria asal Calgary ini memiliki impian untuk meraih puncak dunia, Everest.

"Aku merasa sangat bangga karena bisa berada di puncak Gunung Everest. Ini karena aspirasi yang kalian berikan, para pendukungku. Aku telah berhasil menggapai mimpiku dan aku sangat bahagia," tulisnya di Facebook, seperti dilansir oleh Newser.

Gautam yang merupakan pendaki berpengalaman ini telah melakukan banyak pendakian ke seluruh gunung - gunung dunia. Ini dilakukannya untuk menyebarkan pesan "disability is not inability," bahwa kekurangan bukan berarti tidak mampu.

Selain mewujudkan cita - citanya, Gautam juga melakukan pendakian untuk mengumpulkan dana bagi orang - orang catat dan anak yatim piatu di negaranya. Awalnya pendakian ini membuat keluarga dan temannya khawatir. Mereka terus menunggu kabar dari Gautam. Namun setelah Gautam mengirim kabar, mereka semua ikut bahagia.

"Kami tak bisa berkata - kata. Dia ada di puncak dunia, tempat yang selalu diimpikannya," ungkap Tirath Mahal, salah satu teman Gautam.

Mahal mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Gautam adalah inspirasi bagi semua orang. Banyak orang yang masih malas - malasan untuk mengejar mimpi mereka, padahal mereka tak kekurangan suatu apapun. Sementara Gautam yang memiliki kekurangan bahkan bisa mendaki ke puncak dunia.
 

9 Jun 2013

Lumpuh Tak Halangi Irfan Mendaki Semeru dan Rinjani

Sepasang tongkat kini tak pernah jauh dari Irfan Ramdhani sejak kakinya lumpuh. Irfan sempat membayangkan tak lagi bisa mendaki gunung, arung jeram, susur goa, hingga panjat tebing yang menjadi kegemarannya selama ini.

Pada waktu bersamaan ia juga diputus cinta oleh sang kekasih. Namun pria ceria ini tak mau berlama-lama larut dalam kesedihan. Irfan kembali menjadi petualang alam meski di tengah keterbatasannya.

Sepasang tongkat itu akhirnya menemani Irfan mendaki Gunung Semeru, Jawa Timur dan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Tak hanya bagi Irfan, dua gunung itu memang diidamkan para pendaki. Gunung Semeru merupakan gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa dan Gunung Rinjani adalah gunung tertinggi kedua di Indonesia. Tak ada yang menyangkal, kedua gunung itu menyuguhkan karya indah Sang Maha Pencipta.

"Dalam benak sempat terlintas, apa bisa saya naik gunung lagi saat bertemankan setia dengan tongkat ini? Ah, sebenarnya itu tidak baik dibicarakan karena perkataan adalah doa. Jadi saya hanya yakin dan yakin agar bisa menggapainya," ujar Irfan saat berbincang bincang dengan Kompas.com.
irfan-diving
Irfan Ramdhani latihan diving sekaligus terapi untuk kakinya di laut Nusa Penida, Bali bersama Bali International Diving Professional (BIDP). (Dok Irfan Ramdhani)

Kerinduan Irfan bercengkrama dengan alam membuatnya bertekad kuat untuk mendaki lagi. Untuk pertama kalinya ia mendaki Semeru dan Rinjani, sekaligus dalam keadaan lumpuh. Meski harus pakai sepasang tongkat, mengapa tidak?

Jalan seperti kepiting hingga digendong

Menjajal medan pegunungan dengan tongkat untuk menopang kaki yang berjalan tentunya berbeda. Gunung Semeru berketinggian 3.676 mdpl adalah gunung pertama yang ia daki dengan tongkat itu. Tiba di kaki Gunung Semeru, Irfan terdiam sejenak mengumpulkan kembali tekadnya. Mahameru yang menjulang tinggi seakan terus memanggilnya dan menambah energi semangat itu.

Berada di kaki Gunung Semeru sudah membuatnya tertegun. Irfan tak menyangka bisa berada di sana yang sebelumnya hanya ada dalam lamunan dan mimpi dalam tidurnya. Sembari membayangkan Mahameru dan indahnya danau Ranu Kumbolo, Irfan terus meyakinkan diri dalam hati. Kedua tongkat itu dijepit kencang pada ketiaknya.

"Saat pertama kali menginjakkan kaki serta melangkahkannya di gunung itu saya terdiam sejenak dan mendongakkan kepala ke atas agar bisa menghirup udara segar yang merasuk kedalam otak saya. Dalam hati saya berdoa," ucap pria kelahiran 26 April 1990 itu.

Tak selalu mengapit tongkatnya, Irfan juga harus mengesot ketika mendapati medan yang menanjak atau curam. Ketika jalan menurun, Irfan harus meluncur dengan hati-hati. Bahkan ia harus berjalan miring seperti kepiting ketika melewati jalur yang sempit dan di sisi kiri atau kanannya terdapat jurang.

"Kalau dulu sebelum saya memakai tongkat, saya bisa berlari-lari saat mendaki gunung. Tapi ketika dengan kedua tongkat, saya harus ekstra hati-hati," katanya.

Di sana, Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Gunadarma itu ditemani sahabatnya Fernando Halim serta teman-teman sesama Mapala setempat, Sonic, Dagrombes, dan Peot. Sepanjang jalan ia bersyukur karena banyak bertemu pendaki lain yang ikut membantu. Irfan menceritakan, hampir setiap pendaki berjabat tangan padanya dan menepuk bahunya untuk memberikan semangat untuk bisa sampai atas.

Cerita Irfan pada pendakian di Rinjani yang baru saja dilakukannya bulan Mei 2013 ini juga tak kalah menarik. Pada gunung yang memiliki ketinggian 3.726 mdpl itu, Irfan mencapai Danau Sagara Anak melalui jalur Torean.

Jalur yang cukup ekstrem baginya membuat pendakian Irfan yang ditemani Salmon dan Sevis dari Grahapala Rinjani memakan waktu 12 hari untuk naik dan turun gunung Rinjani. Waktu tempuh itu lebih dari biasanya.

"Saya melewati sungai, menyisir tebing dengan tali webing yang dijadikan harnest full body, ditambah carabiner untuk pengaitnya. Saya full ngesot melewati suatu punggungan di atas sungai," paparnya.
irfan-rinjani
Saat jalur curam atau terjal, Irfan harus mengesot. (Dok Irfan Ramdhani)

Irfan harus dibopong ketika melewati punggungan, juga digendong meniti jalur sungai dengan bebatuan tak beraturan. Hal terberat bagi Irfan, saat kaki kirinya tidak bisa digerakkan dan membengkak. Saat itu, Irfan harus mengesot dalam perjalanan pulang dari Danau Segara Anak melalui jalur Sembalun.

Keterbatasan bukan hambatan

Irfan lumpuh karena terjatuh dari dinding panjat pada ketinggian 10 meter, Maret 2010. Dia jatuh menyentuh aspal dalam posisi duduk yang menyebabkan bagian pinggang hingga kaki tak bisa digerakkan.

Sebelum memakai tongkat, pria yang kerap disapa Pancong itu sempat hanya duduk di kursi roda. Beruntung, Irfan terus mendapat dukungan dari sang ibunda, Ilis dan orang sekitarnya. Bahkan dari orang yang digemarinya yaitu Riyanni Djangkaru, seorang diver yang pernah membawakan acara petualangan di stasiun televisi swasta.

Melalui Riyanni, Irfan kini menjalani terapi untuk kakinya dengan diving di Bali International Diving Professional (BDIP).  Di sana ia bertemu para penyelam dari Yayasan Senang Hati yang juga memiliki keterbatasan sepertinya.

Petualangan demi petualangan baru terus dijajakinya. Kini, ia pun telah mengantongi sertifikat diving. Irfan juga tak pernah absen menceritakan pengalamannya yang rencananya akan dibukukan dengan judul "Tabah Sampai Akhir".

Irfan berharap dapat kembali berjalan normal meski saat itu ada dokter yang menyatakan ia akan lumpuh selamanya. Mimpinya menjelajahi alam Indonesia tak pernah padam. Ia ingin mendaki gunung es hingga menyelam di surga bawah laut, Raja Ampat, Papua.
irfan-dipapah
Irfan (tengah) dibantu Nando dan Boby melewati jalur di Gunung Semeru. (Dok Irfan Ramdhani)

"Jika pikiran saya bisa membayangkannya, hati saya bisa meyakininya. Saya tahu akan menggapainya jadi berpikirlah positif dan bermimpilah kawula muda, para petualang. Jagalah mimpi-mimpi itu agar bisa menjadi nyata. Keterbatasanku tidak membatasiku untuk menembus batas, karena keterbatasan bukan suatu hambatan dan bahwa tabah bukan di awal, tabah juga bukan di pertengahan, tapi tabah sampai akhir," papar Irfan.

sumber : www.kompas.com

20 Feb 2013

Pesona Air Terjun Mata Buntu

Air terjun Mata Buntu, salah satu objek wisata alam yang berada di Kecamatan Wasuponda Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan,  kini menjadi salah satu objek wisata andalan bagi masyarakat dan pemerintah daerah Kabupaten Luwu Timur.
Dikelilingi bebukitan yang ditumbuhi pepohonan rindang serta udara sejuk, tentunya membuat pengunjung merasa nyaman untuk berlama-lama menikmati suara gemercik air yang jatuh di sela-sela bebatuan.
Kicauan suara aneka ragam satwa penghuni hutan di sekeliling air terjun mata buntu yang dapat didengar setiap saat, seolah-olah menyapa dengan ramah bagi setiap pengunjung yang datang menikmati keindahan panorama alam air terjun mata buntu.Bukan hanya keindahan panorama alam, suara gemercik satwa dan pepohonan rindang serta kesejukan air dan segarnya udar., namun pengunjung juga pastinya kagum dengan bentuk bebatuan atau tebing yang dilalui aliran air, dimana tebing yang dijatuhi air, berbentuk seperti mangkuk.
Untuk mencapai objek wisata mata buntu, pengunjung hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menit dari kota Kecamatan Wasuponda, dengan jarak tempuh berkisar 10 kilometer, hal inilah yang membuat objek wisata air terjun mata buntu selalu saja ramai dikunjungi warga yang bermukim di kabupaten Luwu Timur.






26 Nov 2012

Sejarah Gua Ilan Batu

 Kisah Gua Ilan Batu

GUA Ilan Batu di Desa Ilan Batu, Kec. Walenrang Barat, Kab. Luwu, memiliki banyak cerita sejarah mulai dari zaman batu, zaman kedatuan, sampai zaman penjajahan. Tak heran kalau gua ini masuk dalam situs yang dilindungi Di
Gua Ilan Batu merupakan salah satu tempat wisata prasejarah yang ada di Tana Luwu atau di Sulsel sekalipun. Gua yang terletak di wilayah pegunungan Desa Ilan Batu, Kec. Walenrang Barat, Kab. Luwu, menyimpan peninggalan kehidupan manusia zaman batu.
Konon kabarnya, gua ini merupakan tempat tinggal to Manurung, orang pertama yang turun di bumi. Oleh masyarakat terdahulu, to Manurung ini kemudian diangkat menjadi "Datu Tau" alias Raja Manusia. Karena zaman dulu, ada namanya kerajaan kera yang dipimpin oleh Datu Seba, kerajaan semut yang dipimpin oleh Datu Sirring, dll.

Sisa-sisa zaman pra sejarah masih terjaga baik dalam gua yang bagian depannya mirip tenggorokan ular sawah yang memiliki 13 kamar. Setiap kamar, terdapat batu menyerupai ranjang. Konon itu digunakan para datu untuk beristirahat.
Bukan hanya itu saja, bagian lain di dalam gua, ada batu yang menyerupai meja dan kursi, itu digunakan datu untuk makan dan minum.
Gua yang satu ini (Ilan Batu) memiliki tembusan hingga ke salah satu pegunungan yang ada di Tana Toraja. Dan ini sudah dibuktikan oleh warga Ilan Batu.
Menariknya lagi, di dalam gua ada peninggalan-peninggalan peralatan perang yang digunakan para datu untuk berperang. Seperti tombak, busur, parang dan badik. Sayangnya, peralatan-peralatan peninggalan prasejarah tersebut sudah hilang satu persatu diambil oleh para wisatawan yang pernah datang mengunjungi gua. Sehingga, peralatan perang para datu sudah tidak ada di dalam gua. Yang tersisa hanya batu yang mirip ranjang, meja dan kursi.

Masyarakat Ilan Batu, masih percaya kalau gua tersebut mengandung mistik yang jika ada orang yang pertama kali datang melihat gua, maka orang tersebut akan diperlihatkan seekor ular sawah yang besar. Menurut warga Ilan Batu, ular tersebut adalah penjaga gua dan hanya muncul ketika ada orang baru yang datang melihat gua.
Boleh dipercaya, sebab semua para pendaki gunung yang menamakan dirinya pecinta alam yang sudah pernah mengunjungi gua juga sudah membuktikan keberadaan ular tersebut. Untuk itu, jika kita hendak ke sana (gua), terlebih dulu mampir untuk minta izin kepada penjaga gua yang bernama Juhis sekaligus minta untuk diantarkan ke gua.
"Itu betul, kalau ada orang baru yang ingin melihat gua, akan diperlihatkan seekor ular sawah yang besar. Tapi jangan takut, ular itu tidak menggigit. Ular itu muncul agar orang baru itu percaya kalau gua ini masih mengandung msitik, " kata Juhis, yang mengantar langsung si penulis ke dalam perut gua, Jumat, 9 Desember 2011.

Gua Ilan Batu, pertama kali dirintis oleh Akib Sabaran, yang pada waktu itu menjabat Kepala Desa (Kades) Ilan Batu, sekarang sudah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu, di kursi Komisi II. Untuk tetap mempromosikan keberadaan Gua Ilan Batu, supaya menjadi wisata andalan di Walmas dan khususnya di Kabupaten Luwu, maka Dinas Parawisata Kabupaten Luwu, mengangkat Juhis, sebagai si penjaga gua. Keseharian pria kelahiran 1977 ini, membersihkan gua dan biasanya dia juga bermalam sendirian di dalam gua. Selain untuk menjaga kebersihan dan kelestarian gua, juga sekaligus sebagai penjaga peninggalan sejarah agar tidak dicemari oleh para pengunjung.



Pria yang rambutnya sudah putih, mengaku sudah banyak para wisatawan yang datang mengunjungi gua. Selain wisatawan lokal, juga sudah datang dari luar daerah. Bahkan kata dia, gua tersebut sudah pernah dikunjungi wisatawan asing dari Benua Eropa, seperti Inggris, Canada, dan Spanyol. Kedatangan wisatawan asing ini, tak lain untuk melihat langsung peninggalan sejarah kedatuan seperti yang disebut tadi. "Sudah 20 tahun saya ditugaskan menjaga dan memelihara gua ini, bagi saya gua ini sudah termasuk rumah saya disini sangat menyenangkan semua pikiran kita jernih dan hati kita selalu senang, kalau tidak percaya silahkan buktikan sendiri," jelasnya

sumber : Palopo Pos

22 Nov 2012

5 W Dan 1 H Sebelum Mendaki Gunung

Anda ingin mendaki gunung? Untuk awalnya yang harus dipersiapkan adalah manajemen perjalanan dan sebuah kata ijin dari orang tua. Manajemen perjalanan penting diketahui karena bisa mempengaruhi barang bawaan, persediaan logistik dan lain sebagainya. Persiapan yang matang akan lebih membuat pendakian Anda terasa menyenangkan daripada pendakian yang tergesa - gesa.
www.belantaraindonesia.org

Ada sebuah prinsip yang biasa dan banyak digunakan orang sebelum melakukan pendakian gunung, yakni 5 W dan 1 H ( What, Why, Where, When, Who dan How ). Dan untuk mudahnya kita analogikan kita akan mendaki Gunung Rinjani.

* What = Apa
Gunung apa yang akan kita daki? setelah itu akan terjawab, kita akan mendaki Gunung Rinjani. Dari jawaban yang sudah kita punya kita bisa menyiapkan data dari Gunung Rinjani.

*Why = Kenapa
Kenapa kita pergi ke Gunung Rinjani?
W ini adalah apa yang menjadi alasan Anda untuk mendaki. Sebagai contoh "kita mendaki Rinjani karena kita belum pernah". Jika alasan Anda seperti itu, Anda harus mengumpulkan data, jurnal - jurnal pendakian yang pernah dilakukan orang sebagai referensi, atau bertanya pada teman Anda yang pernah mendaki gunung tersebut.

*Where = Dimana
Dimana Gunung Rinjani itu berada? Pertanyaan dimana bisa digunakan untuk mempersiapkan bugdet yang dibutuhkan, lama perjalanan menuju tempat mulai pendakian ( pos pendakian ), serta adat istiadat setempat ( seperti bahasa lokal ). Baiklah kita langsung ke contoh.

Anda menjawab "Gunung Rinjani itu di Lombok, kesana naik bis, dan di daerah Nusa Tenggara Barat" Jadi dari jawaban Anda bisa mempersiapkan berapa kira - kira untuk ongkos ( biasanya lebih mendalam dibahas di bagian How ) dan Anda setidaknya tahu bahasa daerah disana. Sangat penting untuk kita mengetahui bahasa setempat dan adat istiadat setempat sebelum kita mendaki.

*When = Kapan
Kapan kita pergi kesana? Kapan kita pulang? Kapan kita mendaki, musim hujan atau musim kemarau?

Pertanyaan ini seputar waktu. Menyambung contoh yang diatas, Kita pergi tanggal 1 Agustus 2012 dan pulang tanggal 8 Agustus 2012. Kita pergi musim kemarau.

Dari jawaban itu, setidaknya keluarga kita bisa tahu kapan seharusnya kita sudah turun gunung dan jika Anda terlambat turun karena ada keadaan yang tidak diinginkan keluarga dan teman - teman Anda yang lainnya bisa langsung menyiapkan tindakan apa saja yang diperlukan. Jika Anda mendaki gunung saat kemarau bukan berarti Anda tidak perlu bawa ponco atau rain coat, pertanyaan musim kemarau atau musim hujan bisa dijadikan sebagai persiapan baju, kaus kaki yang akan Anda bawa.

*Who = Siapa
Siapa saja yang ikut pendakian? Siapa Leader Pendakian? Siapa penerima kabar?
" Yang ikut si A, Si B, Si C yang pernah ikut kegiatan pecinta alam. Leader si A. penerima kabar si D."

Rata - rata orang yang pernah ikut kegiatan pecinta alam lebih mengerti dalam hal materi, cara bersikap saat di alam.

Jika Anda membawa orang yang sama sekali tidak tahu dan tidak pernah ikut kegiatan pecinta alam baiknya Anda yang tahu memberi sedikit masukan untuk si orang yang tidak tahu menahu. Anda menanggap si A adalah leader, oleh karena itu setiap keputusan si A harus di ikuti, sangat berbahaya jika dalam pendakian ada perpecahan dalam kelompok.

Untuk si A yang leader harus mempertimbangkan segala aspek saat mengambil keputusan, terutama aspek keselamatan. Penerima kabar? apa itu penerima kabar? penerima kabar adalah orang yang Anda percaya yang mengetahui segala rencana Anda. Usahakan setiap teman teman mencapai cek point tertentu Anda mengirim kabar padanya, terutama saat pendakian akan mulai atau hp Anda akan dimatikan dan beritahu di kapan Handphone Anda akan aktif kembali.

Contoh, Anda mengirim sms saat Handphone teman - teman akan di-nonaktifkan. "Kita sudah di pos pendakian, mulai sekarang hp dimatikan, kita turun tanggal 8 Agustus 2012 kira kira pukul 14.00 WIB. setelah turun kita akan sms lagi". Dengan begitu akan ada orang yang tahu ketika terjadi apa apa selama pendakian yang menyebabkan Anda terlambat turun. Perlu di ingat penerima kabar jangan terburu - buru menyebarkan kabar terjadi kecelakaan pada teman yang mendaki gunung minimal tunggu sampai 12 sampai 24 jam dari jam yang ditentukan oleh teman yang mendaki gunung.

#How = Bagaimana, Berapa
Bagaimana cara kita sampai di sana? Bagaimana keadaan gunungnya, ada sumber air atau tidak? Berapa hari kita akan pergi? Berapa orang yang ikut?

Bisa dibilang pada bagian How ini merupakan teknis secara keseluruhan saat pendakian. Kita bisa memperkirakan berapa ongkos yang diperlukan dari berangkat sampai pulang kerumah lagi. Dari pertanyaan di atas kita juga sudah tahu akan keadaan di gunung, tidak semua gunung itu mempunyai sumber mata air bersih.

Dari pertanyaan dan jawaban di atas juga kita bisa memperkirakan berapa tenda yang akan kita bawa, berapa banyak persediaan makanan saat mendaki dan biasakan untuk makanan lebihkan setidaknya untuk satu hari dari rencana pendakian, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita saat di gunung.
 
Sumber : http://www.belantaraindonesia.org/

9 Nov 2012

Chris John Pertahankan Gelar ke-17

Chris John kembali pertahankan gelarnya. The Dragon mampu mempertahankan gelar untuk ke-17 kalinya usai menang atas petinju thailand Chonlatarn Piriyapinyo di Marina Bay Sands, Singapura, Jumat (9/11) malam.

Di tiga ronde pertama, kedua petinju bermain dalam tempo sedang meski Chris terlihat lebih banyak mengambil inisiatif untuk menyerang. Dominasi Chris terus berlanjut hingga ronde terakhir 12.

Dari hasil penghitungan poin, tiga hakim memberikan kemenangan Chris John. Petinju kebanggaan Indonesia tersebut mendapat nilai menang mutlak 117-111, 119-109, dan 119-109. Dengan hasil tersebut, Chris kembali mempertahankan gelar Super Champion kelas WBA untuk ke-17 kali.(TII)