This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rumah Pohon Bukan hanya tempat Selfie tapi Tempat Education

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

16 Jan 2012

Sejarah Wotu


Kata “Luwu” masih banyak yang memberikan penafsiran yang berbeda satu dengan yang lain, ada yang mengartikan berasal dari kata ULO atau berarti “diulurkan” maksudnya payung atau raja dan perangkatnya yang pertama di ulurkan atau diturunkan dari kayangan ( Botting Langi ).Akan tetapi bagi orang Wotu kata “LUWU’’ berasal dari kata “LUO” yang berarti sangat luas. Luwu dari zaman dahulu kala kendati masih dalam indikatif menampak diri sebagai sebuah negara, walaupun kenyataannya Luwu belumlah nampak eksis sebagai sebuah tipe “negara” setingkat kedatuan ( Kingdom), namun kenyataannya tradisi-tradisi oral sedemikian kuat pada kelompok-kelompok masyarakat yang berkaitan dengan konsep kepemimpinan traditional seperti Macoa di Wotu dan Makole di Baebunta. Tradisi-tradisi kepemimpinan tradisional ini dapat memberikan kepada kita ide untuk menganggapnya sebagai sebuah indikator keberadaan elit-elit politik setingkat chiefdom, kepala-kepala suku domain atau beberapa unit pemukiman yang tunduk dibawah seorang raja yang biasa bergelar Payung atau Datu di Ware (Mappasanda dan Hafid,1992/3:25-26) Wotu sebagai sebuah Masyarakat adat,memiliki struktur pemerintahan sendiri yang pembagian tugasnya sedemikian maju. Kata Wotu berasal dari kata Fotu atau rumpun keluarga dan terjemahan lain yaitu Ibu Kota tercinta.  Wotu dalam berkomunikasi memiliki bahasa tersendiri dalam suatu rumpun bahasa Kaili,Buton dan Selayar. Orang Wotu dahulu meyebut dirinya sebagai Suku luwu, dan kadang juga menyebut dirinya sebagi suku Wotu, orang Wotu bukan bahagian dari suku Bugis tetapi dia berdiri sendiri. Dalam menjalankan pemerintahan adat di Wotu dipimpin oleh seorang Macoa yang bergelar Macoa Bawalipu. Secara singkat dapat digambarkan sebagai berikut:
  1. 1. MACOA BAWALIPU, Adalah gelar yang diberikan kepada pimpinan pemangku adat di Wotu sebagai Macoa.
2.    MACOA BENTUA, menangani urusan dalam negeri pada umumnya.
3.    MACOA MINCARA OGE,mengurusi masalah ekonomi,
4.    MACOA PALEMBA OGE,mengurusi antara lain bidang pertahanan dan
Luar negeri/hadat.
5.   ORAGI BAWALIPU,mengurusi antara lain, urusan rumah tangga adat.
6.   ORAGI DATU,mengurusi antara lain keperluan datu Luwu bila yang  mulia hadir dalam rapat hadat.
7.    ORAGI ALA,mengurusi antara lain antara lain,bidang kehutanan pertanian dan kelautan.
8.   ANRE GURU ILITAU, mengurusi antara lain bidang kepemudaan,seni dan olah raga.
9.   ANRE GURU TO MENGKENI, mengurusi antara lain antara lain mantan pejabat-pejabat adat yang berhenti secara terhormat.
10.   ANRE GURU PAWAWA, mengurusi urusan bidang keagamaan dan sosial budaya.
11.   ANRE GURU LARA, mengurusi urusan antara lain urusan rumah tangga adat khususnya bila ada pertemuan adat.
12.   ANRE GURU NANRA. Mengurusi antara lain bidang kesetaraan gender.
13.   ANRE GURU TOMADAPPE, mengurusi antara lain para pendatang dan transmigrasi.
14.    ANGKURU , yaitu mengurusi antara lain urusan pretokol.
15.   PARAMATA LEWONU. Utusan khusus Macoa Bawalipu ,untuk mengurusi urusan Wotu sampai Minna.
16.   PARAMATA ROMPO.Utusan khusus Macoa Bawalipu, untuk mengurusi urusan Wotu sampai dengan Bada’.
17.   TANGGI. Pesuruh atau hubungan masyarakat.
Dalam silsilah orang Wotu dan terpelihara dengan baik, bahwa Macoa Bawalipu yang bertama bernama Bau Jala memiliki tiga orang saudara kandung masing-masing bernama Bau Leko di Palu, Bau Kuna di Buton sdan Bau Cina di Palopo. Secara khusus Bahasa Wotu, Kaili dan Buton sekitar 70% hampir sama, walaupun ketiga daerah ini berjarak ribuan kilometer. Sebagai penutup semoga tulisan singkat ini punya arti, ka-rena tanah air kita bila benar, akan selalu dijaga kebenarannya, dan bila salah akan di buat menjadi benar.

Sejarah Tanah Toraja


 SEJARAH TANAH TORAJA



Konon, leluhur orang Toraja adalah manusia yang berasal dari nirwana, mitos yang tetap melegenda turun temurun hingga kini secara lisan dikalangan masyarakat Toraja ini menceritakan bahwa nenek moyang masyarakat Toraja yang pertama menggunakan "tangga dari langit" untuk turun dari nirwana, yang kemudian berfungsi sebagai media komunikasi dengan Puang Matua (Tuhan Yang Maha Kuasa).

Lain lagi versi dari DR. C. CYRUT seorang anthtropolog, dalam penelitiannya menuturkan bahwa masyarakat Tana Toraja merupakan hasil dari proses akulturasi antara penduduk (lokal/pribumi) yang mendiami daratan Sulawesi Selatan dengan pendatang yang notabene adalah imigran dari Teluk Tongkin (daratan Cina). Proses akulturasi antara kedua masyarakat tersebut, berawal dari berlabuhnya Imigran Indo Cina dengan jumlah yang cukup banyak di sekitar hulu sungai yang diperkirakan lokasinya di daerah Enrekang, kemudian para imigran ini, membangun pemukimannya di daerah tersebut.
Nama Toraja mulanya diberikan oleh suku Bugis Sidendereng dan dari luwu. Orang Sidendreng menamakan penduduk daerah ini dengan sebuatn To Riaja yang mengandung arti "Orang yang berdiam di negeri atas atau pegunungan", sedang orang Luwu menyebutnya To Riajang yang artinya adalah "orang yang berdiam di sebelah barat". Ada juga versi lain bahwa kata Toraya asal To = Tau (orang), Raya = dari kata Maraya (besar), artinya orang orang besar, bangsawan. Lama-kelamaan penyebutan tersebut menjadi Toraja, dan kata Tana berarti negeri, sehingga tempat pemukiman suku Toraja dikenal kemudian dengan Tana Toraja.
Sejarah Aluk


Konon manusia yang turun ke bumi, telah dibekali dengan aturan keagamaan yang disebut aluk. Aluk merupakan aturan keagamaan yang menjadi sumber dari budaya dan pandangan hidup leluhur suku Toraja yang mengandung nilai-nilai religius yang mengarahkan pola-pola tingkah laku hidup dan ritual suku Toraja untuk mengabdi kepada Puang Matua.
Cerita tentang perkembangan dan penyebaran Aluk terjadi dalam lima tahap, yakni: Tipamulanna Aluk ditampa dao langi' yakni permulaan penciptaan Aluk diatas langit, Mendemme' di kapadanganna yakni Aluk diturunkan kebumi oleh Puang Buru Langi' dirura.Kedua tahapan ini lebih merupakan mitos. Dalam penelitian pada hakekatnya aluk merupakan budaya/aturan hidup yang dibawa kaum imigran dari dataran Indo Cina pada sekitar 3000 tahun sampai 500 tahun sebelum masehi.


Beberapa Tokoh penting daiam penyebaran aluk, antara lain: Tomanurun Tambora Langi' adalah pembawa aluk Sabda Saratu' yang mengikat penganutnya dalam daerah terbatas yakni wilayah Tallu Lembangna.
Selain daripada itu terdapat Aluk Sanda Pitunna disebarluaskan oleh tiga tokoh, yaitu : Pongkapadang bersama Burake Tattiu' menuju bagian barat Tana Toraja yakni ke Bonggakaradeng, sebagian Saluputti, Simbuang sampai pada Pitu Ulunna Salu Karua Ba'bana Minanga, derngan membawa pranata sosial yang disebut dalam bahasa Toraja "To Unnirui' suke pa'pa, to ungkandei kandian saratu yakni pranata sosial yang tidak mengenal strata. Kemudian Pasontik bersama Burake Tambolang menuju ke daerah-daerah sebelahtimur Tana Toraja, yaitu daerah Pitung Pananaian, Rantebua, Tangdu, Ranteballa, Ta'bi, Tabang, Maindo sampai ke Luwu Selatan dan Utara dengan membawa pranata sosial yang disebut dalam bahasa Toraja : "To Unnirui' suku dibonga, To unkandei kandean pindan", yaitu pranata sosial yang menyusun tata kehidupan masyarakat dalam tiga strata sosial.Tangdilino bersama Burake Tangngana ke daerah bagian tengah Tana Toraja dengan membawa pranata sosial "To unniru'i suke dibonga, To ungkandei kandean pindan", Tangdilino diketahui menikah dua kali, yaitu dengan Buen Manik, perkawinan ini membuahkan delapan anak. Perkawinan Tangdilino dengan Salle Bi'ti dari Makale membuahkan seorang anak. Kesembilan anak Tangdilino tersebar keberbagai daerah, yaitu Pabane menuju Kesu', Parange menuju Buntao', Pasontik ke Pantilang, Pote'Malla ke Rongkong (Luwu), Bobolangi menuju Pitu Ulunna Salu Karua Ba'bana Minanga, Bue ke daerah Duri, Bangkudu Ma'dandan ke Bala (Mangkendek), Sirrang ke Dangle.


Itulah yang membuat seluruh Tondok Lepongan Bulan Tana Matari' Allo diikat oleh salah satu aturan yang dikenal dengan nama Tondok Lepongan Bulan Tana Matari' Allo arti harfiahnya adalah "Negri yang bulat seperti bulan danMatahari". Nama ini mempunyai latar belakang yang bermakna, persekutuan negeri sebagai satu kesatuan yang bulat dari berbagai daerah adat. Ini dikarenakan Tana Toraja tidak pernah diperintah oleh seorang penguasa tunggal, tetapi wilayah daerahnya terdiri dari kelompok adat yang diperintah oleh masing-masing pemangku adat dan ada sekitar 32 pemangku adat di Toraja.
Karena perserikatan dan kesatuan kelompok adat tersebut, maka diberilah nama perserikatan bundar atau bulat yang terikat dalam satu pandangan hidup dan keyakinan sebagai pengikat seluruh daerah dan kelompok adat tersebut.

7 Lapisan OSI layer






1. Layer Physical

Ini adalah layer yang paling sederhana; berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan, sebagai contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer Physical. Peralatan seperti repeater, hub dan network card adalah berada pada layer ini.


2. Layer Data-link

Layer ini sedikit lebih “cerdas” dibandingkan dengan layer physical, karena menyediakan transfer data yang lebih nyata. Sebagai penghubung antara media network dan layer protocol yang lebih high-level, layer data link bertanggung-jawab pada paket akhir dari data binari yang berasal dari level yang lebih tinggi ke paket diskrit sebelum ke layer physical. Akan mengirimkan frame (blok dari data) melalui suatu network. Ethernet (802.2 & 802.3), Tokenbus (802.4) dan Tokenring (802.5) adalah protocol pada layer Data-link.

3. Layer Network


Tugas utama dari layer network adalah menyediakan fungsi routing sehingga paket dapat dikirim keluar dari segment network lokal ke suatu tujuan yang berada pada suatu network lain. IP, Internet Protocol, umumnya digunakan untuk tugas ini. Protocol lainnya seperti IPX, Internet Packet eXchange. Perusahaan Novell telah memprogram protokol menjadi beberapa, seperti SPX (Sequence Packet Exchange) & NCP (Netware Core Protocol). Protokol ini telah dimasukkan ke sistem operasi Netware. Beberapa fungsi yang mungkin dilakukan oleh Layer Network

Membagi aliran data biner ke paket diskrit dengan panjang tertentu
Mendeteksi Error
Memperbaiki error dengan mengirim ulang paket yang rusak
Mengendalikan aliran

4. Layer Transport

Layer transport data, menggunakan protocol seperti UDP, TCP dan/atau SPX (Sequence Packet eXchange, yang satu ini digunakan oleh NetWare, tetapi khusus untuk koneksi berorientasi IPX). Layer transport adalah pusat dari mode-OSI. Layer ini menyediakan transfer yang reliable dan transparan antara kedua titik akhir, layer ini juga menyediakan multiplexing, kendali aliran dan pemeriksaan error serta memperbaikinya.




5. Layer Session

Layer Session, sesuai dengan namanya, sering disalah artikan sebagai prosedur logon pada network dan berkaitan dengan keamanan. Layer ini menyediakan layanan ke dua layer diatasnya, Melakukan koordinasi komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya. Beberapa protocol pada layer ini: NETBIOS: suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh IBM, yang menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application. NETBEUI, (NETBIOS Extended User Interface), suatu pengembangan dari NETBIOS yang digunakan pada produk Microsoft networking, seperti Windows NT dan LAN Manager. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol). PAP (Printer Access Protocol), yang terdapat pada printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk.



6. Layer Presentation

Layer presentation dari model OSI melakukan hanya suatu fungsi tunggal: translasi dari berbagai tipe pada syntax sistem. Sebagai contoh, suatu koneksi antara PC dan mainframe membutuhkan konversi dari EBCDIC character-encoding format ke ASCII dan banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Kompresi data (dan enkripsi yang mungkin) ditangani oleh layer ini.

7. Layer Application

Layer ini adalah yang paling “cerdas”, gateway berada pada layer ini. Gateway melakukan pekerjaan yang sama seperti sebuah router, tetapi ada perbedaan diantara mereka. Layer Application adalah penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources network yang membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah layer dimana user akan beroperasi padanya, protocol seperti FTP, telnet, SMTP, HTTP, POP3 berada pada layer Application.

7 Tempat Wisata Luwu Utara



1. Makam Datok Pattimang Dan Petta Pao

Wisatanesia.com-Kompleks Makam Datok Pattimang dan Patta Malangke ini berada di dua Kecamatan dalam lingkup Kabupaten Luwu Utara yakni makam Datok Pattimang berada di Kecamatan Malangke, tepatnya di Desa Pattimang, yang jaraknya ± 40 Km dari Masamba Ibukota Kabupaten Luwu Utara dan Makam Petta Pao berada di Kecamatan Malangke Barat di Desa Pao yang jaraknya ± 47 Km dari Masamba Ibukota Kabupaten Luwu Utara (jarak ± 11 Km dari Makam Datok Pattimang).
Makam ini sangat disakralkan oleh masyarakat setempat maupun masyarakat diluar Kabupaten dengan ditandainya kunjungan masyarakat pada saat menjelang puasa dan saat usai Idul Fitri dan Idul Adha.
Datok Pattimang ini adalah sosok pembawa ajaran Islam yang pertama di Tanah Luwu, dan yang pertama menerima ajaran tersebut adalah Raja Pattiarase yang dikenal dengan Andi Patiware.
Dan mulai saat itu ajaran Islam menjadi ajaran dominan di Sulawesi Selatan yang sekaligus mempengaruhi perkembangan sejarah Indonesia bagian timur
2. Pemandian Alam Tamboke

Permandian Alam Tamboke berada diDesa Tamboke dan dikenal dengan sungai dan permandian disekitar bendungan akan tetapi masyarakat lebih memilih ke hulu Sungai untuk rekreasi, sekaligus mengolah bahan makanan ditepi sungai. Mengolah makanan ditepi Sungai adalah kebiasaan pengunjung di Tamboke, ini salah satu daya tarik juga di sana, selain mandi dengan aliran sungai yang masih alami
3. Pegunungan Limbong 
   

Lembah pegunungan Limbong disekitar Kec. Limbong cukup elok di pandang belum lagi budaya masyarakatnya yang khas, namun daerah ini masih belum dikenal oleh masyarakat banyak karena akses jalannya belum sempurna, namun kini sudah bisa ditempuh dengan kendaraan roda 2 dan 4.
Kec. Limbong kurang lebih 70 km sebelah barat Kota Masamba, disana terdapat etnis Budaya Rongkong yang kegiatan keseniannya adalah merupakan perilaku yang tampak dalam keseharian mereka.
Limbong juga terkenal dengan Tenun Batik Rongkong dan kopinya yang khas
4. Permandian Alam Meli Masamba 
Permandian Alam Meli Daerah ini cukup dikenal di Luwu Utara, di samping jarak dari Kota Masamba tidak terlalu jauh, serta di dalamnya terdapat sebuah hotel yang sangat exotic di tepi hutan, udara alam Meli masih sangat sejuk dan alami di samping aliran sungai yang jernih, sungai Meli merupakan tempat permandian yang mengasyikkan di kalangan pengunjung.

5. Air Panas Pincara Sepakat


Air Panas Pincara dikenal dengan kolam berendam air panasnya, yang dapat membuat rilex jika kita berendam didalamnya, dan masyarakat setempat meyakini airnya itu bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit, jarak obyek wisata Air Panas Pincara kurang lebih 9 km dari Kota Masamba, ditempat ini juga sangat menarik karena masih didukung oleh panorama alam yang masih asri.
6. Air terjun Sarambu alla'

Air Terjun Sarambu AllaTempat wisata ini bisa di tempuh kurang lebih 1 jam dari kota Masamba ke arah Palopo.
Luwu utara memiliki wisata air terjun yang elok di kelilingi tebing tinggi, undakan tangga menurun sekitar 30 meter harus dilalui dahulu, hingga akhirnya air terjun Sarambu Alla menyeruak di antara kelokan tebing,. Tempat wisata ini sangat potensial sebagai product wisata unggulan, karena daerah ini juga banyak menghasilkan buah lokal seperti duren, rambutan, dan langsat
7. Air Terjun Sepakat .

Air terjun sepakat terletak di Desa Sepakat Kec. Masamba, obyek ini sangat menarik karena air terhempas diatas batu yang mengakibatkan pelangi disela-sela sinar matahari yang menimbulkan uap air yang menyerupai asap tebal. Sekitar obyek di dukung pula panorama alam.