This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rumah Pohon Bukan hanya tempat Selfie tapi Tempat Education

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

29 Mei 2012

Kasih Ibu Takkan terbalas

 


Seseorang datang ke Rasulullah SAW. Ia bercerita telah menggendong ibunya di pundaknya sendirian selama menjalani seluruh rukun dan wajib haji.
Ia ingin mengetahui apakah perbuatannya itu telah dapat membalas kebaikan yang selama ini ditunjukkan ibunya di masa kanak-kanak. Rasulullah SAW menjawab, ”Tidak, semua yang telah kau kerjakan itu belum dapat membalas satu kali rasa sakit karena kontraksi rahim ketika ibumu melahirkanmu ke dunia.
Tanpa disadari, seringkali seorang anak berbuat maksiat kepada orang tuanya. Padahal, keberadaannya di dunia tak lepas dari keikhlasan kasih sayang keduanya, terlebih sang ibu yang telah mempertaruhkan nyawa dalam persalinan.


Tak jarang anak menuntut sesuatu yang meniadakan cinta dan pengorbanan mereka, walaupun sekadar ucapan ”… ah,” kepada ibunya. Allah SWT dalam QS Al-Israa’: 23 dengan tegas melarang seorang anak mengatakan itu. Ya..berkata “ah..” pada Ibu saja sudah dilarang apalagi menyakiti perasaan Ibu.
Lambat laun, hari bertambah hari, bulan berganti, usia Ibu kita menua. Kulit-kulit di wajah dan sekujur tubuhnya mulai keriput. Giginya mulai keropos. Mungkin entah esok, lusa, atau detik ini juga Ibu kita akan menemui Rabb kekasihnya.
Ibu tidak akan meminta balasan apa pun dari kita. Namun, kita sebagai seorang anak wajib menyayangi dan mengasihi ibu kita, buat selalu ibu kita tersenyum saat kita hadir di hadapannya.
Lakukan hal terbaik untuk Ibu kita.
Sesuatu akan terasa berharga manakala kita telah kehilangan
Sertakan selalu do’a untuk Ibu kita setiap selesai sholat.

http://adnan-kisahkasihibu.blogspot.com/2012/04/kasih-ibu-takkan-terbalas.html

Puisi Isty widyaningsih

Assalamu alaikum wr.wb 
Pagi sahabat Blogger semoga sehat-sehat saja hari ini dan bisa terus memberikan informasi-informasi yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat INDONESIA . kali ini saya cuman membagikan Puisi dari adek saya isty widyaningsih hehehehe.....


Cinta Sempurna untuk Mu
Rembulan ada tengah malam
memberi segala sinarnya untuk terangi bumi.
Pelangi ada ketika hujan reda
memberi lukisan yang paling indah dibalik awan mendung.
Rembulan dan Pelangi, hal yang sama seperti dirimu.
Kau datang ketika ku sedang murung,
Kau berikan hal terindah dengan senyummu.
Tuhan menciptakan alam dan makhluknya begitu sempurna,
Sesempurna aku MENCINTAIMU....
Created by: Isty Widyaningsih




Rindu Matahariku
Matahariku kini sedang redup
bersembunyi dibalik senyum cerianya.
Matahariku kini sedang terbenam
bersembunyi dibalik kekuatan sinarnya.
Ia mulai lemah,
tertatih dengan apa yang dirasakannya saat ini.
Tuhan, Kembalikan senyum ceria matahariku.
Kembalikan kekuatan sinarnya.
Kembalikan ketempat dimana ia beri kekuatan untukku.
Karna aku MERINDUKAN matahariku..

Created by: Isty Widyaningsih



Tentang Bintang ku

Aku mengenalmu dengan tidak sengaja
Tanpa isyarat yang hadir,
Tanpa mimpi yang menjadi bunga tidurku.

Tapi kenapa kau kini ingin menjauhi ku?
Tak inginkah kau mengenal ku lebih dalam?
Tak ingin kah kau jadi bintang hatiku?

Tapi bagi ku kini kau telah menjadi bintangku,
Bintang yang senantiasa memberi lukisan terindah disaat aku termenung.
Bintang yang memberi sinarnya untuk aku mengenal akan arti keindahan malam.

Semoga bintangku tak akan pernah jatuh,
Biarkan ia tetap berada dalam orbit hatiku..

Created by: Isty Widyaningsih






Sayangi Ibu Kita

 

Seorang Ibu duduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau,
ditemani anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.
Si ibu bertanya " Itu burung apa yg berdiri disana ?"
"Bangau mama" anaknya menjawab dengan sopan.
Tak lama kemudian si mama bertanya lagi.
"Itu yang warna putih burung apa?"
Sedikit kesal anaknya menjawab " Ya Bangau mama"
Kemudian ibunya kembali bertanya " Lantas itu burung apa ?" Ibunya menunjuk burung Bangau tadi yang sedang terbang. Dengan nada kesal si anak menjawab "ya Bangau mama.
Kan sama saja!..memangnya mama gak liat dia terbang ?"

Air menetes dari sudut mata si ibu sambil berkata pelan "Dulu 35 tahun yang lalu aku memangkumu dan menjawab pertanyaan yang sama untukmu sebanyak 10 kali. Saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tetapi kau membentakku 2 kali "
Si anak terdiam dan memeluk ibunya.

Pernahkah kita memikirkan apa yang telah diajarkan oleh seorang mama/ibu
kepada kita? Sayangilah ibu kita dengan sungguh-sungguh karena surga berada di telapak kaki Ibu.

Segerakan memohon ampun jika kita pernah menyakiti hati Ibu sebelum segalanya terlambat.


dikutip dari http://dhammacitta.org
http://adnan-kisahkasihibu.blogspot.com/2012/04/sayangi-ibu-kita.html