This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rumah Pohon Bukan hanya tempat Selfie tapi Tempat Education

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

24 Jul 2013

Profil Medina Kamil

https://si0.twimg.com/profile_background_images/610038309/m1x7609wjsgclwvvt7ix.jpeg
Nama Lengkap : Medina Kamil
Nama Panggilan : Dina
Tempat/ Tanggal Lahir : Jakarta, 6 April
Bintang (zodiac) : Aries
Tinggi/ Berat : 168 cm/ 55 kg
Status : Single
Hobby : Jalan-jalan, Nonton Film & Baca Buku
Nama Orang Tua : H. Kamil Syueb (alm) & Hj. Annisyah
Pendidikan : Fakultas Hukum Universitas Pancasila
Olahraga Favorit : Renang
Makanan Favorit : Tempe dan yang pedas-pedas
Motto hidup : Tak ada yang tidak mungkin kalau kita berusaha
Facebook Fans Profil : http://www.facebook.com/DinaKamil
Twitter Fans Profil : medina kamil @medinakamil

Medina Kamil, dialah sosok perempuan tegar yang sempat terombang – ambing di tengah laut Arafuru selama 24 jam dan terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni selama 4 hari. “Di Pulau Tiga aku bersama tim yang selamat harus survive dengan makan apa saja yang bisa dimakan bahkan untuk minum saja harus mengandalkan air hujan,” ujar Medina membuka pembicaraan.

Diakui Dina begitu ia biasa disapa, perjalanan pertamanya ke Papua itulah merupakan pengalaman yang tidak akan pernah ia lupakan. Namun bagi si bungsu dari 4 bersaudara ini mengaku tidak kapok dengan pengalaman itu. “Keluargaku sempat khawatir juga setiap aku mau melakukan perjalanan lagi tapi itu sudah menjadi keputusan aku untuk tetap menjadi host Jejak Petualang,”  
 Koleksi Foto Medina Kamil


 


22 Jul 2013

Film 5 CM Full Movie

Persahabatan kelima pemuda ini sudah berlangsung selama 10 tahun. Meskipun begitu sifat dan karakter kelima pemuda tersebut berbeda-beda. Genta, seorang pemuda yang selalu peduli terhadap orang lain sehingga dia memiliki jiwa pemimpin dan bisa membuat orang lain nyaman bila berada di dekatnya. Sedangkan Arial, pemuda paling macho diantara pemuda lainnya, dia memiliki hobi berolah raga, paling taat aturan, namun paling canggung dan grogi bila berkenalan dengan wanita.

Zafran seorang pemuda puitis, tapi sedikit "gila", apa adanya, idealis, agak narsis, dan memiliki bakat untuk menjadi orang terkenal. Sedangkan Riani, merupakan gadis smart namun agak cerewet, dan mempunyai ambisi yang besar untuk meraih cita-citanya. Ian, memiliki tubuh yang paling subur dibandingkan keempat temannya, seorang maniak bola dan mie instant, dan paling telat wisuda.

Karena sudah menjalin persahabatan yang cukup lama, akhirnya pada suatu hari mereka berlima merasa "jenuh" dengan relationship ini, dan akhirnya mereka memutuskan berpisah untuk sementara dan berjanji tidak saling berhubungan dan berkomunikasi satu dengan yang lainnya selama 3 bulan.

Namun setelah 3 bulan berpisah, banyak kerinduan yang mereka rasakan. Dalam perpisahan singkat itu, mereka menemukan "sesuatu" yang merubah mereka untuk menjalani hidup lebih baik. Akhirnya mereka putuskan kembali untuk bertemu dan merayakan kembali pertemuan mereka dengan mendaki puncak tertinggi di Pulau Jawa yaitu Gunung Semeru.

Perjalanan mereka ke puncak Semeru untuk mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tersebut tepat pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan yang membuat kelima pemuda ini semakin mencintai Indonesia. Banyak aral melintang dalam perjalanan mereka menuju puncak


6 Jul 2013

Puncak Everest Tergapai Tanpa Tangan

Puncak Everest Tergapai Tanpa Tangan adalah sebuah keinginan, semangat yang berhasil ditunjukkan oleh Sudarshan Gautam, seorang pria yang terus berlatih selama bertahun - tahun dan juga gigih mengumpulkan dana guna mewujudkan ambisi pribadinya guna menggapai puncak tertinggi di dunia, puncak Gunung Everest.
www.belantaraindonesia.org

Gautam bukanlah orang biasa. Pria ini telah menjalani amputasi kedua tangannya. Gautam kehilangan tangan ketika remaja, saat layang - layangnya mengenai kabel listrik. Meski begitu, kehilangan kedua tangan tak menjadikan pria ini seorang yang patah semangat. Pria asal Calgary ini memiliki impian untuk meraih puncak dunia, Everest.

"Aku merasa sangat bangga karena bisa berada di puncak Gunung Everest. Ini karena aspirasi yang kalian berikan, para pendukungku. Aku telah berhasil menggapai mimpiku dan aku sangat bahagia," tulisnya di Facebook, seperti dilansir oleh Newser.

Gautam yang merupakan pendaki berpengalaman ini telah melakukan banyak pendakian ke seluruh gunung - gunung dunia. Ini dilakukannya untuk menyebarkan pesan "disability is not inability," bahwa kekurangan bukan berarti tidak mampu.

Selain mewujudkan cita - citanya, Gautam juga melakukan pendakian untuk mengumpulkan dana bagi orang - orang catat dan anak yatim piatu di negaranya. Awalnya pendakian ini membuat keluarga dan temannya khawatir. Mereka terus menunggu kabar dari Gautam. Namun setelah Gautam mengirim kabar, mereka semua ikut bahagia.

"Kami tak bisa berkata - kata. Dia ada di puncak dunia, tempat yang selalu diimpikannya," ungkap Tirath Mahal, salah satu teman Gautam.

Mahal mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Gautam adalah inspirasi bagi semua orang. Banyak orang yang masih malas - malasan untuk mengejar mimpi mereka, padahal mereka tak kekurangan suatu apapun. Sementara Gautam yang memiliki kekurangan bahkan bisa mendaki ke puncak dunia.
 

9 Jun 2013

Lumpuh Tak Halangi Irfan Mendaki Semeru dan Rinjani

Sepasang tongkat kini tak pernah jauh dari Irfan Ramdhani sejak kakinya lumpuh. Irfan sempat membayangkan tak lagi bisa mendaki gunung, arung jeram, susur goa, hingga panjat tebing yang menjadi kegemarannya selama ini.

Pada waktu bersamaan ia juga diputus cinta oleh sang kekasih. Namun pria ceria ini tak mau berlama-lama larut dalam kesedihan. Irfan kembali menjadi petualang alam meski di tengah keterbatasannya.

Sepasang tongkat itu akhirnya menemani Irfan mendaki Gunung Semeru, Jawa Timur dan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Tak hanya bagi Irfan, dua gunung itu memang diidamkan para pendaki. Gunung Semeru merupakan gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa dan Gunung Rinjani adalah gunung tertinggi kedua di Indonesia. Tak ada yang menyangkal, kedua gunung itu menyuguhkan karya indah Sang Maha Pencipta.

"Dalam benak sempat terlintas, apa bisa saya naik gunung lagi saat bertemankan setia dengan tongkat ini? Ah, sebenarnya itu tidak baik dibicarakan karena perkataan adalah doa. Jadi saya hanya yakin dan yakin agar bisa menggapainya," ujar Irfan saat berbincang bincang dengan Kompas.com.
irfan-diving
Irfan Ramdhani latihan diving sekaligus terapi untuk kakinya di laut Nusa Penida, Bali bersama Bali International Diving Professional (BIDP). (Dok Irfan Ramdhani)

Kerinduan Irfan bercengkrama dengan alam membuatnya bertekad kuat untuk mendaki lagi. Untuk pertama kalinya ia mendaki Semeru dan Rinjani, sekaligus dalam keadaan lumpuh. Meski harus pakai sepasang tongkat, mengapa tidak?

Jalan seperti kepiting hingga digendong

Menjajal medan pegunungan dengan tongkat untuk menopang kaki yang berjalan tentunya berbeda. Gunung Semeru berketinggian 3.676 mdpl adalah gunung pertama yang ia daki dengan tongkat itu. Tiba di kaki Gunung Semeru, Irfan terdiam sejenak mengumpulkan kembali tekadnya. Mahameru yang menjulang tinggi seakan terus memanggilnya dan menambah energi semangat itu.

Berada di kaki Gunung Semeru sudah membuatnya tertegun. Irfan tak menyangka bisa berada di sana yang sebelumnya hanya ada dalam lamunan dan mimpi dalam tidurnya. Sembari membayangkan Mahameru dan indahnya danau Ranu Kumbolo, Irfan terus meyakinkan diri dalam hati. Kedua tongkat itu dijepit kencang pada ketiaknya.

"Saat pertama kali menginjakkan kaki serta melangkahkannya di gunung itu saya terdiam sejenak dan mendongakkan kepala ke atas agar bisa menghirup udara segar yang merasuk kedalam otak saya. Dalam hati saya berdoa," ucap pria kelahiran 26 April 1990 itu.

Tak selalu mengapit tongkatnya, Irfan juga harus mengesot ketika mendapati medan yang menanjak atau curam. Ketika jalan menurun, Irfan harus meluncur dengan hati-hati. Bahkan ia harus berjalan miring seperti kepiting ketika melewati jalur yang sempit dan di sisi kiri atau kanannya terdapat jurang.

"Kalau dulu sebelum saya memakai tongkat, saya bisa berlari-lari saat mendaki gunung. Tapi ketika dengan kedua tongkat, saya harus ekstra hati-hati," katanya.

Di sana, Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Gunadarma itu ditemani sahabatnya Fernando Halim serta teman-teman sesama Mapala setempat, Sonic, Dagrombes, dan Peot. Sepanjang jalan ia bersyukur karena banyak bertemu pendaki lain yang ikut membantu. Irfan menceritakan, hampir setiap pendaki berjabat tangan padanya dan menepuk bahunya untuk memberikan semangat untuk bisa sampai atas.

Cerita Irfan pada pendakian di Rinjani yang baru saja dilakukannya bulan Mei 2013 ini juga tak kalah menarik. Pada gunung yang memiliki ketinggian 3.726 mdpl itu, Irfan mencapai Danau Sagara Anak melalui jalur Torean.

Jalur yang cukup ekstrem baginya membuat pendakian Irfan yang ditemani Salmon dan Sevis dari Grahapala Rinjani memakan waktu 12 hari untuk naik dan turun gunung Rinjani. Waktu tempuh itu lebih dari biasanya.

"Saya melewati sungai, menyisir tebing dengan tali webing yang dijadikan harnest full body, ditambah carabiner untuk pengaitnya. Saya full ngesot melewati suatu punggungan di atas sungai," paparnya.
irfan-rinjani
Saat jalur curam atau terjal, Irfan harus mengesot. (Dok Irfan Ramdhani)

Irfan harus dibopong ketika melewati punggungan, juga digendong meniti jalur sungai dengan bebatuan tak beraturan. Hal terberat bagi Irfan, saat kaki kirinya tidak bisa digerakkan dan membengkak. Saat itu, Irfan harus mengesot dalam perjalanan pulang dari Danau Segara Anak melalui jalur Sembalun.

Keterbatasan bukan hambatan

Irfan lumpuh karena terjatuh dari dinding panjat pada ketinggian 10 meter, Maret 2010. Dia jatuh menyentuh aspal dalam posisi duduk yang menyebabkan bagian pinggang hingga kaki tak bisa digerakkan.

Sebelum memakai tongkat, pria yang kerap disapa Pancong itu sempat hanya duduk di kursi roda. Beruntung, Irfan terus mendapat dukungan dari sang ibunda, Ilis dan orang sekitarnya. Bahkan dari orang yang digemarinya yaitu Riyanni Djangkaru, seorang diver yang pernah membawakan acara petualangan di stasiun televisi swasta.

Melalui Riyanni, Irfan kini menjalani terapi untuk kakinya dengan diving di Bali International Diving Professional (BDIP).  Di sana ia bertemu para penyelam dari Yayasan Senang Hati yang juga memiliki keterbatasan sepertinya.

Petualangan demi petualangan baru terus dijajakinya. Kini, ia pun telah mengantongi sertifikat diving. Irfan juga tak pernah absen menceritakan pengalamannya yang rencananya akan dibukukan dengan judul "Tabah Sampai Akhir".

Irfan berharap dapat kembali berjalan normal meski saat itu ada dokter yang menyatakan ia akan lumpuh selamanya. Mimpinya menjelajahi alam Indonesia tak pernah padam. Ia ingin mendaki gunung es hingga menyelam di surga bawah laut, Raja Ampat, Papua.
irfan-dipapah
Irfan (tengah) dibantu Nando dan Boby melewati jalur di Gunung Semeru. (Dok Irfan Ramdhani)

"Jika pikiran saya bisa membayangkannya, hati saya bisa meyakininya. Saya tahu akan menggapainya jadi berpikirlah positif dan bermimpilah kawula muda, para petualang. Jagalah mimpi-mimpi itu agar bisa menjadi nyata. Keterbatasanku tidak membatasiku untuk menembus batas, karena keterbatasan bukan suatu hambatan dan bahwa tabah bukan di awal, tabah juga bukan di pertengahan, tapi tabah sampai akhir," papar Irfan.

sumber : www.kompas.com

20 Feb 2013

Pesona Air Terjun Mata Buntu

Air terjun Mata Buntu, salah satu objek wisata alam yang berada di Kecamatan Wasuponda Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan,  kini menjadi salah satu objek wisata andalan bagi masyarakat dan pemerintah daerah Kabupaten Luwu Timur.
Dikelilingi bebukitan yang ditumbuhi pepohonan rindang serta udara sejuk, tentunya membuat pengunjung merasa nyaman untuk berlama-lama menikmati suara gemercik air yang jatuh di sela-sela bebatuan.
Kicauan suara aneka ragam satwa penghuni hutan di sekeliling air terjun mata buntu yang dapat didengar setiap saat, seolah-olah menyapa dengan ramah bagi setiap pengunjung yang datang menikmati keindahan panorama alam air terjun mata buntu.Bukan hanya keindahan panorama alam, suara gemercik satwa dan pepohonan rindang serta kesejukan air dan segarnya udar., namun pengunjung juga pastinya kagum dengan bentuk bebatuan atau tebing yang dilalui aliran air, dimana tebing yang dijatuhi air, berbentuk seperti mangkuk.
Untuk mencapai objek wisata mata buntu, pengunjung hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menit dari kota Kecamatan Wasuponda, dengan jarak tempuh berkisar 10 kilometer, hal inilah yang membuat objek wisata air terjun mata buntu selalu saja ramai dikunjungi warga yang bermukim di kabupaten Luwu Timur.