5 Nov 2012

Bahaya Minum Sambil Berdiri

salam sahabat blogger semoga sehat selalu dan tetap menjalankan aktifitas seperti biasa . Kali ini @adnanteknik hadir lagi buat postingan baru . Sesuai judul postingan kali ini Bahaya Minum Sambil Berdiri . Mungkin minum sambil berdiri sudah sering kita lakukan setiap hari bahkan menganggp biasa-biasa saja tanpa mengetahui efek yang di timbulkan apabila minum sambil berdiri . Kita tau bahwa dalam ajaran Islam pun dilarang minum sambil berdiri .
Dalam hadist disebutkan “janganlah kamu minum sambil berdiri”. 
Berikut penjelasan singkat Bahaya Minum sambil berdiri dari spek kesehetan
 Larangan Minum sambil Berdiri 
 
Dalam hadist disebutkan “janganlah kamu minum sambil berdiri”. 
Dari segi kesehatan. Air yang masuk dengan caraduduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup.

Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Jika kita minum sambil berdiri. Air yang kita minum otomatis masuk tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika menuju kandung kemih itu terjadi pengendapan di saluran speanjang perjalanan (ureter). Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter inilah awal mula munculnya bencana.

Betul, penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang sungguh berbahaya. diduga diakibatkan karena Susah kencing, jelas hal ini berhubungan dengan saluran yang sedikit demi sedikit tersumbat tadi.

Dari Anas r.a. dari Nabi saw.: "Bahwa ia melarang seseorang untuk minum sambil berdiri". Qatadah berkata, "Kemudian kami bertanya kepada Anas tentang makan. Ia menjawab bahwa hal itu lebih buruk."

Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.

Adapun rasulullah saw pernah sekali minum sambil berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat azas darurat!

Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum.

Ketenangan ini hanya bisa dihasilkan pada saat duduk, di mana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.

Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.

Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokkan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.

Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah s.a.w. duduk sedemikian itu lalu berkata: "Lihatlah orang itu duduk seperti budak." Maka dijawab oleh Rasulullah s.a.w.: "Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak." Lalu Rasulullah s.a.w. mempersilakan wanita itu untuk makan. Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, "Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan" (HR Bukhar).

13 komentar:

  1. bru tw ane bahanya. pdahal nikmat tuh rasanya n sering kyk gitu T.T komen back yaw

    BalasHapus
  2. @vicio Rizky
    Smoga bermanfaat sob artikelnya .. thanks kunjungannya

    BalasHapus
  3. Artikel yang Cukup Bagus Sobat.. :D
    Hanya Ingin Meramaikan . :D
    #KeepBlogwalking

    BalasHapus
  4. @Riz al RF
    thanks sobat kunjungannya

    BalasHapus
  5. pernah saya share soal ini malah jadi debat -__- dasar facebook. hihi makasih kak, afwan baru mampir nih baru bisa online :)

    BalasHapus
  6. heheh iya thanks dek kunjungannya semoga sukses selalu kaze kate

    BalasHapus
  7. terimakasih sob sudah saling mengingatkan ^_^

    BalasHapus
  8. @Aditia Novit
    Iya sma2 sob
    thanks kunjungannya sukses selalu

    BalasHapus
  9. waduuhhh makasih banget ya infonya sobat... mang sih.. dalam islam juga tidak di perbolehkan minum sambil berdiri....

    BalasHapus
  10. @Ehwansah Jailani
    sama" sob thanks kunjungannya

    BalasHapus
  11. Mantap sekali gan (y)

    Blog nya sudah saya follow, jngan lupa follback blog saya ya gan hehe

    http://unik86.blogspot.com/

    Di tunggu loh gan hehe

    Salam kenal :)

    BalasHapus
  12. ternyata minum sambil berdiri sangat berbahaya juga ya ? apalagi kalo makan sambil berdiri .

    BalasHapus
  13. @Fahri Nuralim
    @Obat thanks kunjungannya salam kenal

    BalasHapus