This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rumah Pohon Bukan hanya tempat Selfie tapi Tempat Education

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

26 Nov 2012

Sejarah Gua Ilan Batu

 Kisah Gua Ilan Batu

GUA Ilan Batu di Desa Ilan Batu, Kec. Walenrang Barat, Kab. Luwu, memiliki banyak cerita sejarah mulai dari zaman batu, zaman kedatuan, sampai zaman penjajahan. Tak heran kalau gua ini masuk dalam situs yang dilindungi Di
Gua Ilan Batu merupakan salah satu tempat wisata prasejarah yang ada di Tana Luwu atau di Sulsel sekalipun. Gua yang terletak di wilayah pegunungan Desa Ilan Batu, Kec. Walenrang Barat, Kab. Luwu, menyimpan peninggalan kehidupan manusia zaman batu.
Konon kabarnya, gua ini merupakan tempat tinggal to Manurung, orang pertama yang turun di bumi. Oleh masyarakat terdahulu, to Manurung ini kemudian diangkat menjadi "Datu Tau" alias Raja Manusia. Karena zaman dulu, ada namanya kerajaan kera yang dipimpin oleh Datu Seba, kerajaan semut yang dipimpin oleh Datu Sirring, dll.

Sisa-sisa zaman pra sejarah masih terjaga baik dalam gua yang bagian depannya mirip tenggorokan ular sawah yang memiliki 13 kamar. Setiap kamar, terdapat batu menyerupai ranjang. Konon itu digunakan para datu untuk beristirahat.
Bukan hanya itu saja, bagian lain di dalam gua, ada batu yang menyerupai meja dan kursi, itu digunakan datu untuk makan dan minum.
Gua yang satu ini (Ilan Batu) memiliki tembusan hingga ke salah satu pegunungan yang ada di Tana Toraja. Dan ini sudah dibuktikan oleh warga Ilan Batu.
Menariknya lagi, di dalam gua ada peninggalan-peninggalan peralatan perang yang digunakan para datu untuk berperang. Seperti tombak, busur, parang dan badik. Sayangnya, peralatan-peralatan peninggalan prasejarah tersebut sudah hilang satu persatu diambil oleh para wisatawan yang pernah datang mengunjungi gua. Sehingga, peralatan perang para datu sudah tidak ada di dalam gua. Yang tersisa hanya batu yang mirip ranjang, meja dan kursi.

Masyarakat Ilan Batu, masih percaya kalau gua tersebut mengandung mistik yang jika ada orang yang pertama kali datang melihat gua, maka orang tersebut akan diperlihatkan seekor ular sawah yang besar. Menurut warga Ilan Batu, ular tersebut adalah penjaga gua dan hanya muncul ketika ada orang baru yang datang melihat gua.
Boleh dipercaya, sebab semua para pendaki gunung yang menamakan dirinya pecinta alam yang sudah pernah mengunjungi gua juga sudah membuktikan keberadaan ular tersebut. Untuk itu, jika kita hendak ke sana (gua), terlebih dulu mampir untuk minta izin kepada penjaga gua yang bernama Juhis sekaligus minta untuk diantarkan ke gua.
"Itu betul, kalau ada orang baru yang ingin melihat gua, akan diperlihatkan seekor ular sawah yang besar. Tapi jangan takut, ular itu tidak menggigit. Ular itu muncul agar orang baru itu percaya kalau gua ini masih mengandung msitik, " kata Juhis, yang mengantar langsung si penulis ke dalam perut gua, Jumat, 9 Desember 2011.

Gua Ilan Batu, pertama kali dirintis oleh Akib Sabaran, yang pada waktu itu menjabat Kepala Desa (Kades) Ilan Batu, sekarang sudah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu, di kursi Komisi II. Untuk tetap mempromosikan keberadaan Gua Ilan Batu, supaya menjadi wisata andalan di Walmas dan khususnya di Kabupaten Luwu, maka Dinas Parawisata Kabupaten Luwu, mengangkat Juhis, sebagai si penjaga gua. Keseharian pria kelahiran 1977 ini, membersihkan gua dan biasanya dia juga bermalam sendirian di dalam gua. Selain untuk menjaga kebersihan dan kelestarian gua, juga sekaligus sebagai penjaga peninggalan sejarah agar tidak dicemari oleh para pengunjung.



Pria yang rambutnya sudah putih, mengaku sudah banyak para wisatawan yang datang mengunjungi gua. Selain wisatawan lokal, juga sudah datang dari luar daerah. Bahkan kata dia, gua tersebut sudah pernah dikunjungi wisatawan asing dari Benua Eropa, seperti Inggris, Canada, dan Spanyol. Kedatangan wisatawan asing ini, tak lain untuk melihat langsung peninggalan sejarah kedatuan seperti yang disebut tadi. "Sudah 20 tahun saya ditugaskan menjaga dan memelihara gua ini, bagi saya gua ini sudah termasuk rumah saya disini sangat menyenangkan semua pikiran kita jernih dan hati kita selalu senang, kalau tidak percaya silahkan buktikan sendiri," jelasnya

sumber : Palopo Pos

22 Nov 2012

5 W Dan 1 H Sebelum Mendaki Gunung

Anda ingin mendaki gunung? Untuk awalnya yang harus dipersiapkan adalah manajemen perjalanan dan sebuah kata ijin dari orang tua. Manajemen perjalanan penting diketahui karena bisa mempengaruhi barang bawaan, persediaan logistik dan lain sebagainya. Persiapan yang matang akan lebih membuat pendakian Anda terasa menyenangkan daripada pendakian yang tergesa - gesa.
www.belantaraindonesia.org

Ada sebuah prinsip yang biasa dan banyak digunakan orang sebelum melakukan pendakian gunung, yakni 5 W dan 1 H ( What, Why, Where, When, Who dan How ). Dan untuk mudahnya kita analogikan kita akan mendaki Gunung Rinjani.

* What = Apa
Gunung apa yang akan kita daki? setelah itu akan terjawab, kita akan mendaki Gunung Rinjani. Dari jawaban yang sudah kita punya kita bisa menyiapkan data dari Gunung Rinjani.

*Why = Kenapa
Kenapa kita pergi ke Gunung Rinjani?
W ini adalah apa yang menjadi alasan Anda untuk mendaki. Sebagai contoh "kita mendaki Rinjani karena kita belum pernah". Jika alasan Anda seperti itu, Anda harus mengumpulkan data, jurnal - jurnal pendakian yang pernah dilakukan orang sebagai referensi, atau bertanya pada teman Anda yang pernah mendaki gunung tersebut.

*Where = Dimana
Dimana Gunung Rinjani itu berada? Pertanyaan dimana bisa digunakan untuk mempersiapkan bugdet yang dibutuhkan, lama perjalanan menuju tempat mulai pendakian ( pos pendakian ), serta adat istiadat setempat ( seperti bahasa lokal ). Baiklah kita langsung ke contoh.

Anda menjawab "Gunung Rinjani itu di Lombok, kesana naik bis, dan di daerah Nusa Tenggara Barat" Jadi dari jawaban Anda bisa mempersiapkan berapa kira - kira untuk ongkos ( biasanya lebih mendalam dibahas di bagian How ) dan Anda setidaknya tahu bahasa daerah disana. Sangat penting untuk kita mengetahui bahasa setempat dan adat istiadat setempat sebelum kita mendaki.

*When = Kapan
Kapan kita pergi kesana? Kapan kita pulang? Kapan kita mendaki, musim hujan atau musim kemarau?

Pertanyaan ini seputar waktu. Menyambung contoh yang diatas, Kita pergi tanggal 1 Agustus 2012 dan pulang tanggal 8 Agustus 2012. Kita pergi musim kemarau.

Dari jawaban itu, setidaknya keluarga kita bisa tahu kapan seharusnya kita sudah turun gunung dan jika Anda terlambat turun karena ada keadaan yang tidak diinginkan keluarga dan teman - teman Anda yang lainnya bisa langsung menyiapkan tindakan apa saja yang diperlukan. Jika Anda mendaki gunung saat kemarau bukan berarti Anda tidak perlu bawa ponco atau rain coat, pertanyaan musim kemarau atau musim hujan bisa dijadikan sebagai persiapan baju, kaus kaki yang akan Anda bawa.

*Who = Siapa
Siapa saja yang ikut pendakian? Siapa Leader Pendakian? Siapa penerima kabar?
" Yang ikut si A, Si B, Si C yang pernah ikut kegiatan pecinta alam. Leader si A. penerima kabar si D."

Rata - rata orang yang pernah ikut kegiatan pecinta alam lebih mengerti dalam hal materi, cara bersikap saat di alam.

Jika Anda membawa orang yang sama sekali tidak tahu dan tidak pernah ikut kegiatan pecinta alam baiknya Anda yang tahu memberi sedikit masukan untuk si orang yang tidak tahu menahu. Anda menanggap si A adalah leader, oleh karena itu setiap keputusan si A harus di ikuti, sangat berbahaya jika dalam pendakian ada perpecahan dalam kelompok.

Untuk si A yang leader harus mempertimbangkan segala aspek saat mengambil keputusan, terutama aspek keselamatan. Penerima kabar? apa itu penerima kabar? penerima kabar adalah orang yang Anda percaya yang mengetahui segala rencana Anda. Usahakan setiap teman teman mencapai cek point tertentu Anda mengirim kabar padanya, terutama saat pendakian akan mulai atau hp Anda akan dimatikan dan beritahu di kapan Handphone Anda akan aktif kembali.

Contoh, Anda mengirim sms saat Handphone teman - teman akan di-nonaktifkan. "Kita sudah di pos pendakian, mulai sekarang hp dimatikan, kita turun tanggal 8 Agustus 2012 kira kira pukul 14.00 WIB. setelah turun kita akan sms lagi". Dengan begitu akan ada orang yang tahu ketika terjadi apa apa selama pendakian yang menyebabkan Anda terlambat turun. Perlu di ingat penerima kabar jangan terburu - buru menyebarkan kabar terjadi kecelakaan pada teman yang mendaki gunung minimal tunggu sampai 12 sampai 24 jam dari jam yang ditentukan oleh teman yang mendaki gunung.

#How = Bagaimana, Berapa
Bagaimana cara kita sampai di sana? Bagaimana keadaan gunungnya, ada sumber air atau tidak? Berapa hari kita akan pergi? Berapa orang yang ikut?

Bisa dibilang pada bagian How ini merupakan teknis secara keseluruhan saat pendakian. Kita bisa memperkirakan berapa ongkos yang diperlukan dari berangkat sampai pulang kerumah lagi. Dari pertanyaan di atas kita juga sudah tahu akan keadaan di gunung, tidak semua gunung itu mempunyai sumber mata air bersih.

Dari pertanyaan dan jawaban di atas juga kita bisa memperkirakan berapa tenda yang akan kita bawa, berapa banyak persediaan makanan saat mendaki dan biasakan untuk makanan lebihkan setidaknya untuk satu hari dari rencana pendakian, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita saat di gunung.
 
Sumber : http://www.belantaraindonesia.org/

9 Nov 2012

Chris John Pertahankan Gelar ke-17

Chris John kembali pertahankan gelarnya. The Dragon mampu mempertahankan gelar untuk ke-17 kalinya usai menang atas petinju thailand Chonlatarn Piriyapinyo di Marina Bay Sands, Singapura, Jumat (9/11) malam.

Di tiga ronde pertama, kedua petinju bermain dalam tempo sedang meski Chris terlihat lebih banyak mengambil inisiatif untuk menyerang. Dominasi Chris terus berlanjut hingga ronde terakhir 12.

Dari hasil penghitungan poin, tiga hakim memberikan kemenangan Chris John. Petinju kebanggaan Indonesia tersebut mendapat nilai menang mutlak 117-111, 119-109, dan 119-109. Dengan hasil tersebut, Chris kembali mempertahankan gelar Super Champion kelas WBA untuk ke-17 kali.(TII)

5 Nov 2012

Bahaya Minum Sambil Berdiri

salam sahabat blogger semoga sehat selalu dan tetap menjalankan aktifitas seperti biasa . Kali ini @adnanteknik hadir lagi buat postingan baru . Sesuai judul postingan kali ini Bahaya Minum Sambil Berdiri . Mungkin minum sambil berdiri sudah sering kita lakukan setiap hari bahkan menganggp biasa-biasa saja tanpa mengetahui efek yang di timbulkan apabila minum sambil berdiri . Kita tau bahwa dalam ajaran Islam pun dilarang minum sambil berdiri .
Dalam hadist disebutkan “janganlah kamu minum sambil berdiri”. 
Berikut penjelasan singkat Bahaya Minum sambil berdiri dari spek kesehetan
 Larangan Minum sambil Berdiri 
 
Dalam hadist disebutkan “janganlah kamu minum sambil berdiri”. 
Dari segi kesehatan. Air yang masuk dengan caraduduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup.

Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Jika kita minum sambil berdiri. Air yang kita minum otomatis masuk tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika menuju kandung kemih itu terjadi pengendapan di saluran speanjang perjalanan (ureter). Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter inilah awal mula munculnya bencana.

Betul, penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang sungguh berbahaya. diduga diakibatkan karena Susah kencing, jelas hal ini berhubungan dengan saluran yang sedikit demi sedikit tersumbat tadi.

Dari Anas r.a. dari Nabi saw.: "Bahwa ia melarang seseorang untuk minum sambil berdiri". Qatadah berkata, "Kemudian kami bertanya kepada Anas tentang makan. Ia menjawab bahwa hal itu lebih buruk."

Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.

Adapun rasulullah saw pernah sekali minum sambil berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat azas darurat!

Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum.

Ketenangan ini hanya bisa dihasilkan pada saat duduk, di mana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.

Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.

Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokkan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.

Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah s.a.w. duduk sedemikian itu lalu berkata: "Lihatlah orang itu duduk seperti budak." Maka dijawab oleh Rasulullah s.a.w.: "Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak." Lalu Rasulullah s.a.w. mempersilakan wanita itu untuk makan. Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, "Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan" (HR Bukhar).